Pages

Kamis, 23 Februari 2012

Kepedulian PT Garuda Food Ke Lingkungan Sekitar

Sekilas CSR Sehati Garudafood
Sejalan dengan perkembangan perusahaan serta sebagai wujud peran sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar / masyarakat luas, GarudaFood perlu membuat suatu program khusus, yang fokus pada kegiatan sosial perusahaan, disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar namun tetap terarah. Program tersebut adalah Sehati Garudafood.
Misi Sehati
  • Menerapkan ‘Corporate Philosophy’ GarudaFood.
    • Human Values
    • Business Ethic
    • Unity Through Harmony
  • Membentuk komunitas ‘knowledge worker’ yang mampu menjadi ‘agent of change’ yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
  • Memberi kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat luas melalui program yang berkesinambungan di berbagai aspek (Sosial, Ekonomi dan Lingkungan).
Makna Sehati
SEHATI bermakna berempati.
Dari kata Sehati terdapat kata “sehat” artinya mengutamakan kesehatan baik untuk jasmani dan rohani dan penggalan kata “hati” artinya sepenuhnya dilakukan dengan hati (tulus).
Makna keseluruhan: GarudaFood selalu berempati dengan sesama.

  
 5 Pilar Program Sehati Garudafood
  • Kesehatan Masyarakat
  • Lingkungan
  • Bantuan Kemanusiaan
  • UMKM
  • Pendidikan


sumber: http://adityaragilutomo.wordpress.com/2010/12/16/kepedulian-pt-garuda-food-ke-lingkungan-sekitar/

Anak Bina Usaha PT Tudung Putra Putri Jaya (Garuda Food)


Produk-produk Garudafood didistribusikan oleh PT Sinar Niaga Sejahtera (SNS) yang merupakan Divisi Distribusi dari holding company. Didirikan 1994, peran SNS sangat menentukan bagi perkembangan Garudafood. Karena perannya, berbagai macam produk Garudafood bisa diperoleh konsumen di wilayah-wilayah pelosok seluruh Indonesia.
Hingga tahun 2006 ini, SNS telah memiliki 96 depo, yang melayani hampir 150.000 outlet pelanggan di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, untuk lebih memperluas jaringan, SNS juga bermitra dengan subdistributor besar yang tersebar dari Aceh sampai Papua.
Dengan kekuatan jaringan serta armada distribusi yang sangat memadai, sejak 1994 SNS telah menjadi 5 besar perusahaan distributor FMCG terbaik untuk kategori makanan dan minuman. Dalam perkembangannya SNS kini tidak hanya mendistribusikan produk dari Garudafood, tetapi juga dari principal lain baik untuk produk food maupun non food.
 



















sumber:http://adityaragilutomo.wordpress.com/2010/12/16/anak-bina-usaha-pt-tudung-putra-putri-jaya-garuda-food/

Rabu, 08 Februari 2012

pengolahan limbah

Perusahaan tempat PI hanya menghasilkan limbah padat seperti: kardus, kertas sak, plastic, serbuk hasil sisa produksi dll yang berbentuk padat. Limbah cair dan gas tidak dihasilkan dalam perusahaan karena perusahaan bergerak dalam bidang pengolahan bumbu.

Limbah atau sampah yaitu limbah atau kotoran yang dihasilkan karena pembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah atau sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisamenjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Limbah atau sampah juga bisa berarti sesuatu yang tidak berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang,mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bias menjadikan sampah ini menjadi benda ekonomis

Secara garis besar limbah padat terdiri dari:

1) Limbah padat yang mudah terbakar.

2) Limbah padat yang sukar terbakar.

3) Limbah padat yang mudah membusuk.

4) Limbah yang dapat di daur ulang.

5) Limbah radioaktif.

6) Bongkaran bangunan.

7) Lumpur.



PENGOLAHAN LIMBAH PADAT



Pengolahan limbah padat dapat dilakukan dengan berbagai cara yang tentunya dapat menjadikan limbah tersebut tidak berdampak buruk bagi lingkungan ataupun kesehatan. Menurut sifatnya pengolahan limbah padat dapat dibagi menjadi dua cara yaitu pengolahan limbah padat tanpa pengolahan dan pengolahan limbah padat dengan pengolahan.

*Limbah padat tanpa pengolahan : Limbah padat yang tidak mengandung unsur kimia yang beracun dan berbahaya dapat langsung dibuang ke tempat tertentu sebagaiTPA

 (Tempat Pembuangan Akhir ).

*Limbah padat dengan pengolahan : Limbah padat yang mengandung unsur kimia beracun dan berbahaya harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat-tempat tertentu. Pengolahan limbah juga dapat dilakukan dengan cara-cara yang sedehana lainnya misalnya, dengan cara mendaur ulang, Dijual kepasar loak atau tukang rongsokan. Cara ini bisa menjadikan limbah atau sampah yang semula bukan apa-apa sehingga bisa menjadi barang yang ekonomis dan bisa menghasilkan uang. Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan usaha keras. Cara ini bisa dilakukan dengan cara membakar limbah-limbah padat misalnya kertas-kertas.


Senin, 16 Januari 2012

penanganan QC perusahaan


             QUALITY CONTROL

I.           Definisi

Adalah bagian dalam suatu perusahaan yang bertugas untuk mengawasi kualitas dari suatu bahan atau produk dengan melalui berbagai analisa baik kimia maupun fisika, yang dapat menjamin bahwa bahan atau produk tersebut layak untuk dipakai  sebagai bahan tambahan pangan,juga untuk pengontrol terhadap penyimpangan-penyimpangan baik ketika penerimaan Raw Material (RM), proses produksi sampai menjadi produk akhir atau  Finished Good (FG) yang siap untuk dikemas.

       
II.    Fungsi

1.   Mengetahui layak tidaknya bahan untuk digunakan  pada proses berikutnya.
2.   Mengetahui apakah bahan atau produk itu sudah memenuhi standar baik kimia maupun fisika
3.   Mengetahui jika terjadi penyimpangan- penyimpangan dalam suatu  proses produksi
4.   Menentukan status suatu bahan atau produk apakah diterima/ ditolak

III.  Umum

A.               Pengambilan Contoh (Sampling)
Pengambilan contoh atau sampling merupakan bagian dari kegiatan suatu inspeksi untuk dapat mengurangi atau meminimalkan biaya namun dapat mewakili dari suatu kelompok uniform tertentu untuk diambil suatu keputusan.  Jika inspeksi dilakukan dengan 100 % cross check, selain mahal juga dapat mengakibatkan kontaminasi dan menghambat proses produksi.
Sampling dalam inspeksi adalah proses pengambilan atau pemilihan kelompok produk/ kemasan/ unit contoh dari suatu lot, sehingga diperoleh keterangan mengenai penaksiran keadaan  mutu suatu lot apakah dapat diterima atau ditolak.
Tujuan dari pengambilan contoh atau sampling adalah sebagai berikut:
a.     Untuk mendapatkan contoh yang mewakili tanding atau lot, baik yang berbentuk curah (padatan yang beerbentuk serbuk atau butiran), maupun terkemas (padatan atau cairan yang terkemas dalam kemasan kecil).
b.     Untuk mendapatkan data informasi yang  ingin diketahui berkaitan dengan:
-       Analisa sifat mutu di laboratorium
-       Inspeksi mutu produk
-       Penerimaan atau  transaksi barang
Dalam pengambilan contoh juga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari terjadinya resiko dalam pengambilan contoh, anatara lain:
a.   Lokasi pengambilan contoh
     Contoh: pabrik, distribusi, kendaraan dan pasar
b.   Pengambilan contoh harus mempunyai akses penuh kepada semua unit penyusun suatu lot yang akan diambil contohnya.
c.   Setiap unit dapat diidentifikasi
d.  Setiap unit harus berpeluang sama untuk terpilih sebagai contoh
e.Pengambilan contoh perlu berkoordinasi dengan pihak laboratorium pengujian mengenai hal-hal sebagai berikut:
- Kemampuan laboratorium (peralatan dan teknisi)
- Jumlah contoh yang harus diambil
- Frekuensi pengambilan contoh
                                     Adapun resiko dalam pengambilan contoh adalah sebagai berikut:
a.  Kontaminasi produk atau contoh yang dikarenakan :
- Cara membuka kemasan yang salah
- Cara mengambil contoh bagian produk yang salah
- Cara pengemasan yang salah
- Cara transportasi yang salah
b.     Penolakan terhadap batch produk yang bagus (resiko produsen)
c.    Melepaskan batch yang mungkin membahayakan kesehatan (resiko konsumen)
Resiko dalam pengambilan contoh dapat ditimbulkan dari beberapa kesalahan umum dalam penarikan contoh, anatara lain:
a. Contoh yang mudah diambil.
Ø  Orang tergoda mengambil contoh yang paling mudah dijangkau
b. Contoh yang sudah ditentukan lebih dahulu.
Ø  Pengambil contoh kenal baik dengan kondisi contoh

komoditas perusahaan

Jenis Produk Dalam Ingredient Division

Jenis produk yang diproduksi oleh Ingredient Division meliputi 3 jenis, yaitu Seasoning, Flavor dan Ingredient.
i. Seasoning
Merupakan istilah untuk bahan tambahan makanan yang berupa bumbu -bumbu. Organoleptis dari bahan-bahan seasoning ini bermacam-macam mulai dari manis, asin, pedas, dan gurih. Kenampakan dari bahan seasoning pun berbeda-beda ada yang berbentuk powder/ serbuk dan pasta. Penggunaan bahan-bahan seasoning yang diproduksi Ingredient Division adalah untuk produk Garuda Food seperti Pilus, Torrycheese dan lain sebagainya
ii.Flavor
Adalah istilah yang digunakan untuk bahan tambahan makanan berupa perisa pada produk. Flavor dari produk ini mencakup flavor buah-buahan seperti Blackcurrant, Guava atau jambu, Apel, Strawberry dan lain sebagainya. Selain flavor buah-buahan juga terdapat flavor coklat dan jasmine. Kenampakan dari bahan tambahan flavor berupa liquid atau cairan yang dikemas dalam jerigen. Flavor yang diproduksi oleh ingredient division digunakan untuk produk Garuda food seperti Mountea, Keffy, Okky Jelly Drink, Chocolatos, Clevo dan lain sebagainya. iii.Ingredient
Adalah istilah yang digunakan untuk formulasi bahan tambahan makanan untuk produk Mountea, Clevo dan Enerfill yang berbentuk powder dan liquid. Bahan-bahan ingredient terdiri dari pengawet, pemanis, pengental, pemberi rasa asam, dan flavor atau pemberi aroma.

Senin, 02 Mei 2011

zat pengawet makanan yang aman

SEKILAS TENTANG BAHAN PENGAWET

Bahan pengawet pada makanan dan minuman berfungsi menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan, menghindarkan oksidasi makanan sekaligus menjaga nutrisi makanan. Natrium Benzoat dikenal juga dengan nama Sodium Benzoat atau Soda Benzoat. Bahan pengawet ini merupakan garam asam Sodium Benzoic, yaitu lemak tidak jenuh ganda yang telah disetujui penggunaannya oleh FDAdan telah digunakan oleh para produsen makanan dan minuman selama lebih dari 80 tahun untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme (jamur).

Menurut sebuah studi WHO, Sodium Benzoat adalah bahan pengawet yang digunakan untuk makanan dan minuman serta sangat cocok untuk jus buah maupun minuman ringan. Sodium Benzoat banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman seperti jus buah, kecap, margarin, mentega, minuman ringan, mustard, sambal, saus salad, saus tomat, selai, sirop buah, dan lainnya. Sodium Benzoat secara alami terdapat pada apel, cengkeh, cranberry (sejenis buah berry yang digunakan untuk membuat agar-agar dan saus), kayu manis, prem (yang dikeringkan) dan lain-lain.

International Programme on Chemical Safety tidak menemukan adanya dampak terhadap kesehatan manusia dengan dosis sebesar 647-825 mg/kg berat badan per hari. Degradasi Sodium Benzoat (yang dihasilkan dalam tubuh dari garam sodium) telah dipelajari secara detail dan menunjukkan bahwa bahan-bahan ini tidak berbahaya. Sekitar 75-80% dikeluarkan dalam jangka waktu 6 jam dan seluruh dosis akan dikeluarkan dari dalam tubuh dalam jangka waktu sekitar 10 jam. Batasan yang ditentukan untuk Sodium Benzoat dalam makanan bukan karena sifat racunnya, melainkan karena jumlahnya melebihi 0.1%, bahan ini dapat meninggalkan rasa tertentu di mulut.

Baca selengkapnya di:

martabak manizzz

Bahan
250 gr tepung terigu
1 sdt ragi instan (yeast)
50 gr gula pasir
375 cc santan hangat/susu hangat
2 butir telur
1/4 sdt soda kue

Taburan diatas :
Keju parut
Coklat
Selai Strawberry
Susu kental manis

Caranya :
Masukkan ragi ke dalam santan hangat/susu hangat, aduk sampai larut dan berbuih, sisihkan.
Campur tepung dan gula, buat lubang ditengahnya, masukkan telur ke dalamnya. aduk sambil dituangkan larutan santan/susu, sampai gula larut, masukkan soda kue, aduk kembali sampai tercampur rata. Biarkan kurang lebih 15-20 menit di tempat yang hangat.
Panaskan teplon atau cetakan martabak dg diolesi margarine. Tuang adonan ke dalamnya sampai naik,berlubang dan permukaannya agak mengering berwarna kecoklatan,angkat.Taburkan gula pasir ke permukaan martabak hingga rata. Disusul dengan susu kental manis lalu taburi dengan bahan kesukaan kita